Motor matic merupakan motor yang mendominasi para pemakai kendaraan roda dua di negeri ini. Kemudahaan menggunakan motor matic yang tidak perlu keahilan menggunakan perseneling membuat motor ini menjadi laris manis di pasaran. Sekilas ketika melihat motor matic tidak memiliki rantai seperti kebanyakan motor lainnya.
Motor matic menggunakan V-Belt untuk menggerakan roda motor, dimana V-Blet bertugas membuat putaran dari pulley primary ke pulley secondary. V-Belt motor matic memiliki masa pakai tidak lebih dari 20 ribu km. V-Belt ini berfungsi menghubungkan dua pulley yaitu pulley primary dan pulley secondary yang tersimpan dalam ruangan yang memiliki sistem pendingin sendiri. Sistem aliran pendingin ini di desain tertutup untuk mencegah kotoran debu dan air masuk kedalam.
Fungsi V-Belt sangat penting untuk menggerakan motor, sehingga jika terjadi putus pada V-Belt makan kendaraan tidak dapat berkalan. Salah satu cara merawat V-Belt adalah ketika anda melihat kilometer kendaraan anda sudah melebihi 20 ribu km maka sebaiknya segera mengganti V-Belt tanpa harus menunggu putus, hal ini dikarenakan tidak ada gejala khusus atau bunyi-bunyi yang menandakan V-Belt akan putus.
Ciri ciri V-Belt akan putus dapat dilihat secara fisik mesin, dimana anda perlu membuka dan mengecek bagian V-Belt secara langsung. Berikut ciri-ciri fisik gejala V-Belt harus segera diganti :
1.Perhatikan lekukan berbentuk huruf V pada bagian yang bergerigi, tekan dan perhatikan setiap bagian, jika terlihat adanya retakan itu berarti V-Belt harus segera diganti.
2.Perhatikan pula cekungan tersebut dan bagian V-Belt dari sisi samping, jika terlihat sudut dari bagian yang bergerigi terlihat sangat tajam itu berarti V-Belt sudah mengalami aus, dan biasanya jika terjadi aus sepertinya ini akan menimbulkan suara berisik dari rumah CVTnya.
V-Belt yang cepat aus disebabkan karena V-Belt bekerja melebihi beban, misalnya kendaraan matic anda menggunakan ban yang lebih besar atau tidak sandart. Cara merawat V-Belt matic sangat mudah, rajin memberikan cairan belt dressing dan selalu memeriksa dan memastikan box CVT selalu tertutup rapat. Selain itu melakukan pemeriksaan berkala pada dealer motor anda menghindari terjadinya putus V-Belt saat kendaraan digunakan.
Nah cukup sekian yang bisa saya sampaikan, semoga berguna buat agan-agan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar